Jumat, 19 September 2014
KEHILANGAN
Minggu, 23 Februari 2014
Cerita Mini: Guru Ngaji
Sabtu, 28 Desember 2013
Mohon Ayah ♡ Ibu
Aku adalah seorang anak kecil berumur 5 tahun. Ini tahun pertamaku di TK. Aku berhasil mendapatkan peringkat 1 dan sudah bisa membaca. Di rumah, aku senang membaca & belajar menulis.
Selasa, 15 Oktober 2013
Menjamu Senja
Hai, Senja. Terima kasih hari ini kau mau datang lagi. Adakah cerita yang kaubawa hari ini? Aku sedang takpunya cerita untukmu. Biarkan aku menjadi penikmat senja tanpa celoteh sore ini.
Rabu, 09 Oktober 2013
Kamu
Rabu, 12 Juni 2013
Hujan dan Pelangi
Halo, kamu yang di sana!
Akhir-akhir ini Makassar sering hujan.
Tiba-tiba aku teringat, kamu tidak hanya menyukai bintang, tapi juga mencintai hujan. Dan lagi, aku yang dulu takut hujan, kini tidak lagi - karenamu.
Oh, iya. Soal bintang, maafkan aku saat itu. Meski aku tidak punya bintang spesial di malam hari, tapi aku sangat suka menatap bintang yang bertaburan itu. Setiap menatap bintang, aku mengingatmu, mencari bintang favoritmu, tapi terkadang aku sulit membedakannya. Izinkan aku tetap memandangi bintang-bintang di atas sana, ya. Hanya dengan itu aku bisa melihatmu, kawan.
Kok malah ngomongin bintang, ya? Hihi. Oke, kembali ke hujan. Aku, pelangi yang takut pada hujan. Padahal aku hanya bisa nampak setelah hujan hadir. Tapi, kini aku tidak takut lagi. Terima kasih, ya. Aku benar-benar bahagia bisa menjadi adikmu meski itu hanya keinginan sepihak. Haha.
Well, salamku untuk rintik hujan di sana. Pelangiku akan menyapa hari-harimu. :)
Sabtu, 01 Juni 2013
Bintang dan Pelangi
Ketika kaubilang senang memandangi gemintang, kucoba memandanginya tiap malam, hingga akhirnya kumulai menyukai bintang-bintang itu. Apakah ini tandanya aku mulai menyukaimu?
Kata Dibs, setiap orang seharusnya mempunyai bintangnya sendiri. Kurasa kamu setuju dengannya. Sementara diriku tidak, mungkin belum. Aku sudah menyukai gemintang, tapi belum menunjuk satu bintang spesial untukku.
Setelah kurenungkan, kurasa aku hanya memaksakan diri untuk menyukaimu. Aku sebenarnya lebih senang melihat pelangi. Warnanya seakan membentangkan berbagai hasrat dalam jiwaku - tentang impian, cita-cita, dan harapan.
Aku pun menyadari satu hal: bintangmu dan pelangiku tak mungkin bersatu. Mereka bertolak belakang. Seperti kamu dan aku yang tak pernah bisa sepaham.
Aku tersadar. Selama ini aku ternyata memiliki sebuah bintang yang tak pernah berpisah dengan pelangi. Bintang yang selalu menantiku meski aku menghilang di langit biru. Dia, matahariku.
Senin, 24 Desember 2012
TERIMA KASIH IBU
Ibu tampak resah melihatku ingin keluar sendirian. Beliau pun menyatakan keinginannya untuk menemaniku ke sana. Aku sebenarnya tidak ingin ibu pergi. Bukan karena risih ataupun malu, tapi karena kondisi ibu yang kurang sehat.
Aku menolak. Kukatakan kalau aku bisa pergi sendiri. Aku sudah besar, sudah bisa jaga diri. Kuminta ibu untuk beristirahat saja di rumah. Namun, ibuku tetap bersikeras untuk ikut. Beliau mengatakan kalau beliau baik-baik saja. Karena aku tidak bisa memberikan alasan lain, aku pun setuju untuk ditemani oleh ibu.
Sesampainya di sana, ibu menemaniku berkeliling toko buku. Satu jam berlalu. Aku sudah memilih beberapa buku untuk kubeli. Ibu tampaknya mulai lelah berdiri. Sayangnya, waktu itu belum ada tempat duduk di toko buku itu. Sebenarnya aku masih ingin berlama-lama di sana, menikmati suasananya yang tenang sembari membaca buku yang segelnya telah terbuka. Tetapi, aku tak mungkin membiarkan ibu kelelahan berdiri.
Ibu sudah tak bisa berdiri apalagi berjalan terlalu lama. Beliau pernah menderita penyakit lumpuh, dan hingga saat ini kesehatannya belum seratus persen pulih kembali. Karena tak ingin ibu sakit lagi, aku segera membayar buku-buku pilihanku di kasir. Setelah itu, kami singgah di sebuah restoran untuk makan siang lalu pulang ke rumah.
Terima kasih, ibu. Aku sungguh tersentuh melihat betapa sayangnya engkau kepadaku. Engkau rela melupakan sakitmu demi menemaniku berbelanja. Aku sayang padamu, Ibu. Semoga Allah selalu mencurahkan kesehatan kepada ibu agar kita bisa berjalan-jalan dengan santai seperti sediakala.



