Jumat, 14 Februari 2014

Structural Grammar

1. The philosophers in the Structural Grammar developing English:

A.European Structural Linguistics:

Sir William Jones

In the 1780s Sir William Jones, an Englishman, contributed invaluable linguistic information. He had become fascinated with Sanskrit. He had come across the work of an ancient Indian scholar, Panini, who had written an extremely detailed grammar of Sanskrit during the fifth century B.C.

Jones had convinced tat the enormous number of similarities between the roots of Sanskrit and those of Greek and Latin provided strong evidence that all three of these languages were in some way related.

Jones hypothesized that a great many other European and Asian languages probably had histories which could be traced back to the same original parent language.

Jones speculated that whatever that original source language might have been, it had been spoken so far back in history that it no longer existed.

Franz Bopp

In 1816 Franz Bopp, a German language scholar who is often called the founder of historical and comparative linguistics, published Uber das Conjugationssystem, in which he did two things:

First, he supported the results of his own comparative studies of verb inflections in Sanskrit, Greek, Latin, Persian, and several of the European Teutonic (Germanic) languages.

Second, he contended that his own results, along with those of other comparative inquiries, furnished convincing support for the theory that not only had all these languages developed simultaneously, although independently, from a single parent language, but that it also was quite possible to recover enough empirical historical linguistic evidence to be able to reconstruct a fairly close approximation of that ancient Indo-European language which had bben the source of them all.

Charles Darwin

In 1859, Darwin’s book On the Origin of Species by Means of Natural Selection was published, followed twelve years later by a second book, The Descent of Man.  In these volumes Darwin argued that humans evolved, very gradually and over an enormous period historical time, from more primitive ancestors.

B. American Structural Linguistics:

Franz Boas & Edwars Sapir

Franz Boas, and later his student, Edward Sapir, were the first to formally proposed that structural analysis should be conducted on three sucessive levels, beginning with the sound level, proceeding next to word structure analysis, and only then to the analysis of syntax or sentence structure.

Leonard Bloomfield

Bloomfield’s most important contribution as probably his method of “immediate constituent” analysis.

Charles Carpenter Fries

Among Fries contributions were these:
First, he divised a word-classification system based solely on the forms or structure of isolated words.
Second, he listed five grammatical devices which serve, in English, to signal grammatical clues.
Third, he invented asystem of grammatical analysis by means of test frames.

2. The characteristics of structural grammar:

A. Principle of structural grammar:

Lyon says that structural grammar or modern linguistics is based upon the following principles:

- Priority of spoken language
Linguistics is a descriptive, not a prescriptive science.

- The linguist is interested in all language
Priority of synchronic description.

- The structural approach
‘Langue’ and ‘parole’.

B. The grammar system

A language must have a system for putting its words together in meaningul relationships. This is the role of a grammar, and it is what the structuralist refers to as grammatical meaning.

- Nominalization: a method of indicating names for objects and ideas; also, a means of changing nonnaming structure to a naming one.

- Predication: a method of making an assertion or an affirmation.
Modification a means of associating particular qualities, limitations, or qualifications with a particular word or idea.

- Subordination: a method of showing the relative importance of ideas of unequal significance.

- Coordination: a method of showing that certain words or ideas are of equal importance.

- Complementation: a means of completing a construction begun by a verb.

Phonology

Work at the phonological level in the description of English was made possible largely by the contributions of Trager and Smith, who devised a method of isolating English phonemes and who developed a phonemic alphabet for American English phonemes.

Morphology

Investigation at the morphological level is confined to word-structure, and while investigators may make use of the methodology and conclusions of the lower phonological level, the may not justify any of the morphological analysis by reference to the higher, syntactic level.

Syntax

Our next task is to look beyond isolated forms to determine the syntactic environments in which certain word types typically occur.

(Sumber: Textbook Mata Kuliah Grammar)

Sabtu, 28 Desember 2013

Mohon Ayah ♡ Ibu


Aku adalah seorang anak kecil berumur 5 tahun. Ini tahun pertamaku di TK. Aku berhasil mendapatkan peringkat 1 dan sudah bisa membaca. Di rumah, aku senang membaca & belajar menulis.

Suatu hari, ketika berjalan-jalan bersama ayah & ibu, aku melihat sebuah pesan bertuliskan "Mohon untuk tidak disentuh.". Baru kali ini aku mendengar kata mohon. Jadi, kutanyakan pada ayah apa maksud kalimat itu. Kata ayah, mohon itu sama dengan tolong. Jadi kalimat itu artinya tolong jangan disentuh.

Sepulang dari jalan-jalan, aku lalu mengambil kertas dan pensil. Kutuliskan sebuah kalimat: Mohon ayah ibu. Mungkin terdengar lucu dan terlalu dewasa. Aku tahu, lambang itu artinya cinta yang juga berarti suka. Aku memang bermaksud memohon kepada ayah untuk selalu mencintai ibu.

Dengan bangganya, kuperlihatkan tulisanku itu kepada ayah. Aku senang ayah menyanjungku. Aku pun berlalu dan meninggalkan kertas itu bersama ayah.

Oh, tidak! Aku lupa mengambil pensilku. Aku berbalik untuk mencari pensilku. Mungkin pensilku tertinggal di atas meja. Pada saat itu, aku melihat ayah merobek kertasku. Aku tidak tahu kenapa. Ayah pun bangkit dari duduknya. Aku mendekat mengambil pensilku. Tampaknya ayah tidak melihatku memperhatikannya tadi.

Hampir setiap hari kulihat ayah & ibu bertengkar. "Ayah menyiksa ibu!" Itu yang kukatakan pada bunda-bundaku. Ada yang tertawa mengira aku hanya bercanda, ada pula yang meringis tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Orangtuaku pun tidak menegur perkataanku. Aku jadi berpikir sepertinya ayah memang benar menyiksa ibu. Dan ayah tidak peduli padaku yang selalu melihatnya bertengkar.

Ayah selalu membuat ibu menangis. Apa ibu memang salah? Sebenarnya siapa yang salah? Masalahnya saja aku tak tahu. Aku memang masih kecil. Tapi aku sudah punya perasaan sejak lahir. Tentu saja. Meski aku tidak tahu alasannya, tapi aku bisa membedakan perasaan baik dan tidak baik yang dirasakan ibu dan ayah. Tapi mengapa tidak ada yang memikirkan perasaanku? 

Aku tidak putus asa. Kutulis lagi kalimat yang sama ketika sedang berkunjung ke rumah nenek. Aku senang kali ini ayah tidak merobeknya. Tapi ayah bahkan tidak peduli dengan tulisanku itu. Aku terdiam menahan sakit di dalam sini. Tuhan, aku pasrah.


Sabtu, 21 Desember 2013

Sepucuk Surat untuk Ibu

Ibu,
Kulihat kauterus mengulas senyum
padahal kaumenyimpan pedih dalam hatimu.
Ibu,
Kulihat  engkau begitu tegar menjalani hidup
padahal kutahu jiwamu sungguh rapuh.
Ibu,
Mengapa kaumampu menyembunyikan gundahmu?
Sebegitu pedulinyakah engkau pada kami
hingga kaulupa dengan sakitmu?
Ibu,
Mengapa tak kaubagi saja perihmu itu
agar aku bisa meringankan beban untukmu?
Ibu,
Mengapa bukan aku saja yang merasakan sakit itu
agar engkau bisa menikmati hari-harimu?
Ibu
Tuhan pasti sangat menyayangimu
Dia memberimu kekuatan melebihi apa yang ada pada diri-diri kami
Dia membuatmu selalu mendekatkan diri padaNya
Aku cemburu padamu, Bu.
Ibu,
Izinkan aku mendekapmu erat
Merasakan kasih yang tak terbatas dalam keterbatasanmu
Merasakan sayang yang takpernah habis kaubagi
Ibu
Engkau adalah sosok wanita terkuat yang pernah kukenal
Senyummu, perhatianmu,
adalah nikmat untukku

♥ Selamat Hari Ibu & Selamat Ulang Tahun ♥

Senin, 09 Desember 2013

Berkah Desember

Desember tahun lalu sangat mengesankan untukku. Saya dianugerahi teman-teman baru & kesibukan baru. Perjalanan yang kupilih untuk masuk ke dunia bisnis. Tahun lalu saya bergabung dgn MIB & mendapatkan kawan-kawan baru. Keunikan mereka yg baik meski kadang menyebalkan membekas di benakku. Meski sekarang saya sdh tidak bergabung, tapi pengalaman di sana membuatku makin mantap di bidang ini.
Desember tahun lalu, saya mengadakan event kepenulisan untuk berpartisipasi dalam event ultah DeKa Publishing. Itu event terbaik menurutku, meski termasuk event keroyokan tapi perjuangan kami begitu berharga. Meski tidak menang, tapi kami bangga dengan terbitnya buku Akankah Cinta Berlabuh itu. Sebenarnya ada 2 tema event yang kami buat, yaitu Menuju Pelaminan & Diskriminasi Sosial. Sayangnya, tema Diskriminasi Sosial kurang diminati sehingga tidak mampu diikutkan dalam event Deka. Tapi ternyata itu tidak sia-sia.
Pada awal tahun 2013 ini, DeKa membuka peluang untuk membuat lini penerbitan. Saya pun bergabung. Dan Alhamdulillah pada bulan Mei 2013 Penerbit Camar yang kuajukan resmi didirikan. Dan buku pertama yang diterbitkan adalah buku Diskriminasi Sosial itu dengan judul Sejuta Wajah di Balik Debu. Sebenarnya (lagi), saya lupa apakah buku ini terbitan perdana kami, atau buku Life to Tell pesanan MIB? Tapi yang manapun itu, saya tetap bersyukur. Meski baru 2 buku yang terbit, saya senang mempunyai penerbitan sendiri yang bisa saya kembangkan nantinya ^_^
Desember tahun ini juga sangat berkesan bahkan lebih berkesan menurutku. Bulan ini Honey dan saya akhirnya punya pekerjaan! Saya diterima kerja sejak 29 November lalu di AE Publishing. Sementara Honey diterima kerja sejak 5 Desember lalu dan mulai bekerja hari ini. Belum banyak yang bisa kuceritakan, tapi aku sangat sangat sangat bersyukur atas Desember ini. Alhamdulillah ^o^
Semangat, Sayangku!
Ganbatte kudasai ^_^
What a lovely December :-*
P.s: kepada hujan, kurasakan ketentraman kala engkau hadir menemani hari-hari kami. Bawalah kenangan ini bersamamu lagi.
:)

Rabu, 04 Desember 2013

1 Litre of Tears

1 Litre of Tears adalah diary yg dibuat oleh Kitou Aya sejak usia menjelang 15 tahun. Dia menderita penyakit kerusakan sumsum tulang belakang yang tidak dapat disembuhkan.
Diary ini digubah menjadi novel, komik, drama, dan film. Awal ketertarikanku pada film ini ketika membaca komiknya. Setelah itu kucari versi lainnya. Sekarang ini tinggal novel yang belum kuselesaikan. Sayangnya, saya hanya punya versi ebooknya (.exe) yang hanya bisa dibaca via PC.
Kisah ini benar-benar menguras air mata. Betapa perjuangannya mampu membuatnya bertahan selama 11 tahun walau akhirnya harus menyerah pada kematian. Saking terbawanya saya ke dalam ceritanya, saya jadi melow setelah menonton versi drama ini. -_-
Saya bersyukur melihat kondisiku yang sehat wal afiat Namun, saya ikut berduka mengingat sampai saat ditayangkan drama itu sekitar20.000 penduduk Jepang dikabarkan menderita penyakit yang sama dengan Aya. Kuharap penyebab & solusinya dapat ditemukan segera.
T_T
p.s:  the actor of Asou Haruto in 1 Litre of Tears is so charming *_*
Itumi yang dibiang PAS. Tidak berlebihan cakepnya :p