Minggu, 13 Oktober 2013

Senja Milikku

Senja adalah kekasihku. Ia mempertemukanku denganmu. Mempertemukan kita yang baru menyadari bahwa pertemuan itu berlanjut sampai saat ini. Aku melihatmu sedang berlatih di pinggir lapangan sekolah bersama kawan-kawanmu. Katamu, kamu melihatku saat itu. Aku yakin, aku juga melihatmu. Tapi, aku belum memperhatikanmu. Aku tidak ingat tentang itu. Tapi senja menyimpan memori itu. Selanjutnya, perkenalan pun berlanjut hingga hari ini. Senja selalu menemani pertemuan kita. Kuharap senja tidak meninggalkan kisah tentang kita.
***

Senja adalah sahabatku. Ia menyimpan banyak cerita. Kuingat, perpisahanku dengannya waktu itu juga ketika senja. Senja memandangi kami bersama pasukan burung-burung yang siap kembali ke sarangnya. Senja melihat kami berpamitan. Ia mengirimkan pelangi beberapa saat setelah kami berpisah, seakan ikut mengucapkan selamat tinggal padanya. Oh, tidak. Itu bukan ucapan selamat tinggal. Itu adalah pesan bahwa dimanapun sahabatku itu berada, senja akan selalu menghampirinya.
***

Sabtu, 12 Oktober 2013

Sakura Tanpa Bunga

Ada rindu yang memeluk bayangmu dalam tiap detak jantungku. Mengikat segala rasa yang bertaburan di dasar hati. Telah lama jiwa ini kaumiliki. Sudah sejak lama bunga-bunga bersemi di taman hati.
Pernah sekali, bunga itu berguguran, jatuh. Jiwa ini jadi terasa kering, sepi. Angin kecemburuan berhembus saat kita tiba pada kejenuhan. Dedaunanmu terbang mencari pohon yang lain.
Cukup lama kunanti hingga daun itu datang lagi. Saat itu, angin kesetiaan bertiup darimu, menyadarkanmu. Daunmu tak sempat mengering. Dan aku, pohon tanpa bunga, tak mampu menempelkan kembali bungaku pada tangkainya.
Tapi, kejujuranmu memberi nutrisi bagiku. Menumbuhkan bunga-bunga baru yang jauh lebih indah, didampingi oleh daunmu yang teramat hijau tanpa cela.

Rabu, 09 Oktober 2013

Kamu

Malam ini begitu sunyi. Bahkan gemintang tak mau menemaniku mengintip langit. Namun tiba-tiba engkau datang dengan senyuman khasmu. Duduk di sisiku, menatap langit bersamaku. Bukan aku yang menyuruhmu kemari. Aku bahkan tak pernah berpikir untuk memanggilmu. Mungkin hatikulah yang berhasil mendatangkanmu malam ini. Karena aku tahu, ragamu takkan pernah bisa hadir mendampingiku.



Rabu, 12 Juni 2013

Hujan dan Pelangi

Halo, kamu yang di sana!
Akhir-akhir ini Makassar sering hujan.
Tiba-tiba aku teringat, kamu tidak hanya menyukai bintang, tapi juga mencintai hujan. Dan lagi, aku yang dulu takut hujan, kini tidak lagi - karenamu.

Oh, iya. Soal bintang, maafkan aku saat itu. Meski aku tidak punya bintang spesial di malam hari, tapi aku sangat suka menatap bintang yang bertaburan itu. Setiap menatap bintang, aku mengingatmu, mencari bintang favoritmu, tapi terkadang aku sulit membedakannya. Izinkan aku tetap memandangi bintang-bintang di atas sana, ya. Hanya dengan itu aku bisa melihatmu, kawan.

Kok malah ngomongin bintang, ya? Hihi. Oke, kembali ke hujan. Aku, pelangi yang takut pada hujan. Padahal aku hanya bisa nampak setelah hujan hadir. Tapi, kini aku tidak takut lagi. Terima kasih, ya. Aku benar-benar bahagia bisa menjadi adikmu meski itu hanya keinginan sepihak. Haha.

Well, salamku untuk rintik hujan di sana. Pelangiku akan menyapa hari-harimu. :)

Sabtu, 08 Juni 2013

Quality time with family

Alhamdulillah. Yuphe senang sekali bisa jalan2 ke pantai bareng keluarga. Walaupun sedikit kecewa karena papa tidak ikut. Tapi, papa memang lebih suka tinggal di rumah ketimbang berjalan-jalan. Besides, kondisinya yang sudah tidak sanggup berjalan jauh lagi.
Tadi pagi, yuphe & mama, sodara2, ipar2, dan ponakan2 (except kk aul's fam). Sebenarnya tujuan utama kami ke sini adalah untuk membeli tanaman. It's okay. Setidaknya yuphe bisa menikmati weekend bersama keluarga di luar. Biasanya kan cuma ngumpul di rumah. Bosan.
Pantai losari sekarang dipenuhi oleh para pedagang tiap minggu pagi. Pasar kaget yang benar-benar mengagetkan karena jalanan sampai jadi macet karena mereka berjualan di tengah jalan.
Sayang sekali, ketika tiba di penjual tanaman ternyata mawar ungu yang mama janjikan untukku tidak dijual hari ini. Katanya kena hujan jadi rusak. Jadi, mama hanya membeli anggrek, tanpa mawar. Hiks.
Selain tanaman anggrek, mama juga membeli tanaman rosemary yang konon merupakan tanaman pengusir nyamuk.
Walaupun tidak jadi membeli mawar, mama membelikan yuphe jam tangan. Sebenarnya mama mau membelikan jam tangan yang harganya di atas 100ribu rupiah. Tapi, menurut yuphe jam itu fungsi & resikonya sama saja ketika yuphe yang pakai jadi mendingan beli yang murah saja. Hehehe...
Tadi juga ada pertunjukan topeng monyet. Menarik, sih. Tapi yuphe kasian sama monyetnya soalnya lehernya diikat, wajar saja klo si monyet bergerak sesuai perintah. Wajar saja klo dia bisa mengendarai skuter & becak kecilnya. Itu karena dia ditarik kesana-kemari oleh majikannya.
Ada juga kejadian 2 orang pengemis kecil yang meminta-minta. Mama memberinya sebotol teh pucuk kecil. Eh, mereka minta lebih. Dasar!
Overall jalan-jalannya menarik. Tapi ada seseorang yang nda penting banget buatku yang ngambek karena Yuphe tidak mengajaknya ke pantai. Siapa lo? Wkwkwkwk...