Aku menabrak seseorang tanpa
sengaja di koridor kampus.
“Aduh...,” terdengar suara orang
yang kutabrak. Tampaknya perutnya cukup sakit karena menabrak kamusku yang
tebal.
“Maaf,” kataku sambil menunduk.
Aku tak berani melihatnya. Aku khawatir kalau ternyata dia adalah senior yang
galak.
“Hey, ini aku! Kamu nggak usah tunduk
kayak gitu. Aku nggak bakalan marah, kok. Hahaha...,” kata lelaki itu.
Sepertinya aku mengenal suaranya. Aku pun memberanikan diri untuk menatapnya.
Ternyata dia adalah mantan kekasihku setahun yang lalu. Mantan kekasihku yang
terakhir – sampai saat ini aku belum siap untuk mencari penggantinya. Jujur,
aku masih menyayanginya.

.jpg)