Jumat, 22 November 2013
Bersyukur untuk Hari Ini
Hari ini aku patut untuk lebih bersyukur lagi. Bukankah Allah menjanjikan nikmat yang lebih jika kita bersyukur?
Hari ini aku bebas. Meski bukan untuk seterusnya. Meski aku tak sebebas merpati, seperti kata kahitna.
Walaupun dibebaskannya aku karena memang harus keluar membeli cartridge & servis laptop (tapi laptopnya tidak terbukti sakit), tapi aku mesti bersyukur. Karena semua itu, aku bisa berjalan-jalan mencari udara (tidak) segar. Aku bisa ke gramedia menikmati ratusan buku yang berjejer di sana. Itu adalah pemandangan yang cukup menyenangkan bagiku.
Thanks God ^^
Kamis, 21 November 2013
Konflik Batin
Aku tidak tahan lagi!
Aku ingin bebas!
Teriakku dalam hati. Aku tak mampu mengatakannya. Aku hanya mampu menangis terisak.
Lemah. Manja. Tidak mandiri. Inilah aku. Tidak ada yang bisa kulakukan.
Oh, tidak. Coba lihat diriku dari sisi positif. Aku masih hidup. Kurasa itu cukup untuk membuatku bersyukur dan berhenti mengeluh. Masih belum puas? Orangtuaku sayang padaku. Karena itulah mereka belum melepaskanku. Yah, walaupun caranya sedikit berlebihan.
Tapi hal ini membuatku kesepian.
Benarkah?
Ya. Aku tidak punya sahabat. Aku bahkan lupa bagaimana rasanya punya sahabat.
Lalu siapa mereka yang selalu hadir menemaniku?
Mereka adalah orang-orang yang setidaknya menurutku peduli padaku. Entahlah mereka menganggapku sahabat atau tidak.
Tidak apa. Setidaknya aku punya teman.
Tapi kami hanya berkomunikasi secara maya. Bahkan dengan teman sekelasku sekalipun.
Oh, tunggu. Masih ada dia, sosok yang bisa menjadi siapa saja bagiku: kakak, sahabat, dan kekasih!
Sebegitu sulitkah aku bersyukur? Begitu banyak sanggahan yang muncul.
Tidak! Aku tidak boleh begini. Aku tidak boleh fokus pada kekuranganku. Aku sebaiknya fokus untuk memperbaiki diri walau dalam keterbatasanku. Dan, aku terlahir sempurna tanpa cacat! Itu yang perlu kusyukuri meski harus hidup bertahun-tahun di dalam sangkar.
Konflik batin ini tidak sesederhana yang mampu tertuliskan.
It is me or it was me? Let's see!
Sikap sering menunda perlu diberantas. Tapi itu tidak semudah yang dibayangkan. Banyak godaan. Anime, novel, komik, kalian begitu menggiurkan. Dan pada akhirnya aku lebih memilih kalian, sesuatu yang tidak lebih penting daripada urusan yang lebih mendesak.
Akibatnya, urusan yang terbengkalai membuatku harus mengesampingkan minatku. Itulah yang harus kutanggung saat ini.
Omigosh! Aku harus berubah!
Sabtu, 19 Oktober 2013
Ex-Man
19 Oktober 2013.
Setelah sekian lama, kami akhirnya mengobrol panjang lagi meski hanya via facebook. Obrolan yang diawali dengan komentar yang sangat tidak penting di foto profilku. Obrolan itu masih terasa hangat meski aku sebenarnya merasa sedikit kikuk. Untung saja obrolan ini hanya di dunia maya.
Sejak kami putus tahun 2006, keakraban sedikit memudar. Kami bertingkah seakan tidak pernah ada hubungan spesial, hanya sekedar hubungan antara senior dan junior yang cukup dekat.
Setahun berlalu. Aku pun akhirnya berpakaian putih abu-abu, sama sepertinya. Sepulang sekolah, aku melihatnya di parkiran. Ternyata dia datang untuk mengunjungi mantan pacarnya yang juga kakak kelasku di bangku SMP dan sekarang di SMA. Perasaanku campur aduk.
Waktu berlalu, akhirnya aku dan dia berteman di facebook. Entah siapa yang memulai, kami akhirnya bercerita panjang tentang masalalu kami. Dia menceritakan semuanya. Dia meminta maaf. Aku pun begitu. Rasanya hati ini begitu lega setelah kejadian itu. Meski aku masih sempat suka padanya, namun keinginan untuk bersama takpernah ada. Dia pun begitu.
Sebelumnya, aku dan kak Amel (mantannya) juga sudah bercerita via sms. Waktu itu aku masih kelas 3 SMP. Smsan kami juga berakhir dengan maaf-maafan karena sempat saling membenci akibat cinta segitiga. Lagi, aku merasa lega.
Kemarin, kami chit-chat di foto profil FB-ku. Tiba-tiba aku teringat, 1 atau 2 hari yang lalu aku bermimpi seseorang datang ke posko KKN-ku dan menemui temanku. Namun, aku baru menyadari sosoknya ketika ia hendak pulang. Dia adalah kak Mochi, seseorang yang mengomentari foto profilku itu.
Aku tidak tahu apakah mimpi dan kehadirannya berkaitan atau tidak. Namun, munculnya dia membawa sedikit perasaan yang menggelitik jika mengingat masalalu kami. Meski begitu, meski wajahnya mirip dengan Tobey yang tampan (pemeran Peter Parker di Spiderman), tak ada niatku tuk kembali padanya. Dia pun sepertinya begitu.
Aku merasa jauh lebih bahagia dengan kekasihku saat ini. Takperlu kembali pada masalalu untuk merasakan kebahagiaan. Cukuplah ia menjadi kenangan manis dalam hidupku.
Untukmu sang mantan,
Cukuplah kamu menjadi mantan kekasih, bukan mantan teman.
Terima kasih atas kehangatan yang masih terbina meski kita telah lama berpisah. :)
(20 Okt 2013)
Selasa, 15 Oktober 2013
Menjamu Senja
Hai, Senja. Terima kasih hari ini kau mau datang lagi. Adakah cerita yang kaubawa hari ini? Aku sedang takpunya cerita untukmu. Biarkan aku menjadi penikmat senja tanpa celoteh sore ini.