Desember tahun lalu sangat mengesankan untukku. Saya dianugerahi teman-teman baru & kesibukan baru. Perjalanan yang kupilih untuk masuk ke dunia bisnis. Tahun lalu saya bergabung dgn MIB & mendapatkan kawan-kawan baru. Keunikan mereka yg baik meski kadang menyebalkan membekas di benakku. Meski sekarang saya sdh tidak bergabung, tapi pengalaman di sana membuatku makin mantap di bidang ini.
Desember tahun lalu, saya mengadakan event kepenulisan untuk berpartisipasi dalam event ultah DeKa Publishing. Itu event terbaik menurutku, meski termasuk event keroyokan tapi perjuangan kami begitu berharga. Meski tidak menang, tapi kami bangga dengan terbitnya buku Akankah Cinta Berlabuh itu. Sebenarnya ada 2 tema event yang kami buat, yaitu Menuju Pelaminan & Diskriminasi Sosial. Sayangnya, tema Diskriminasi Sosial kurang diminati sehingga tidak mampu diikutkan dalam event Deka. Tapi ternyata itu tidak sia-sia.
Pada awal tahun 2013 ini, DeKa membuka peluang untuk membuat lini penerbitan. Saya pun bergabung. Dan Alhamdulillah pada bulan Mei 2013 Penerbit Camar yang kuajukan resmi didirikan. Dan buku pertama yang diterbitkan adalah buku Diskriminasi Sosial itu dengan judul Sejuta Wajah di Balik Debu. Sebenarnya (lagi), saya lupa apakah buku ini terbitan perdana kami, atau buku Life to Tell pesanan MIB? Tapi yang manapun itu, saya tetap bersyukur. Meski baru 2 buku yang terbit, saya senang mempunyai penerbitan sendiri yang bisa saya kembangkan nantinya ^_^
Desember tahun ini juga sangat berkesan bahkan lebih berkesan menurutku. Bulan ini Honey dan saya akhirnya punya pekerjaan! Saya diterima kerja sejak 29 November lalu di AE Publishing. Sementara Honey diterima kerja sejak 5 Desember lalu dan mulai bekerja hari ini. Belum banyak yang bisa kuceritakan, tapi aku sangat sangat sangat bersyukur atas Desember ini. Alhamdulillah ^o^
Semangat, Sayangku!
Ganbatte kudasai ^_^
What a lovely December :-*
P.s: kepada hujan, kurasakan ketentraman kala engkau hadir menemani hari-hari kami. Bawalah kenangan ini bersamamu lagi.
:)
Senin, 09 Desember 2013
Rabu, 04 Desember 2013
1 Litre of Tears
1 Litre of Tears adalah diary yg dibuat oleh Kitou Aya sejak usia menjelang 15 tahun. Dia menderita penyakit kerusakan sumsum tulang belakang yang tidak dapat disembuhkan.
Diary ini digubah menjadi novel, komik, drama, dan film. Awal ketertarikanku pada film ini ketika membaca komiknya. Setelah itu kucari versi lainnya. Sekarang ini tinggal novel yang belum kuselesaikan. Sayangnya, saya hanya punya versi ebooknya (.exe) yang hanya bisa dibaca via PC.
Kisah ini benar-benar menguras air mata. Betapa perjuangannya mampu membuatnya bertahan selama 11 tahun walau akhirnya harus menyerah pada kematian. Saking terbawanya saya ke dalam ceritanya, saya jadi melow setelah menonton versi drama ini. -_-
Saya bersyukur melihat kondisiku yang sehat wal afiat Namun, saya ikut berduka mengingat sampai saat ditayangkan drama itu sekitar20.000 penduduk Jepang dikabarkan menderita penyakit yang sama dengan Aya. Kuharap penyebab & solusinya dapat ditemukan segera.
T_T
p.s: the actor of Asou Haruto in 1 Litre of Tears is so charming *_*
Itumi yang dibiang PAS. Tidak berlebihan cakepnya :p
Diary ini digubah menjadi novel, komik, drama, dan film. Awal ketertarikanku pada film ini ketika membaca komiknya. Setelah itu kucari versi lainnya. Sekarang ini tinggal novel yang belum kuselesaikan. Sayangnya, saya hanya punya versi ebooknya (.exe) yang hanya bisa dibaca via PC.
Kisah ini benar-benar menguras air mata. Betapa perjuangannya mampu membuatnya bertahan selama 11 tahun walau akhirnya harus menyerah pada kematian. Saking terbawanya saya ke dalam ceritanya, saya jadi melow setelah menonton versi drama ini. -_-
Saya bersyukur melihat kondisiku yang sehat wal afiat Namun, saya ikut berduka mengingat sampai saat ditayangkan drama itu sekitar20.000 penduduk Jepang dikabarkan menderita penyakit yang sama dengan Aya. Kuharap penyebab & solusinya dapat ditemukan segera.
T_T
p.s: the actor of Asou Haruto in 1 Litre of Tears is so charming *_*
Itumi yang dibiang PAS. Tidak berlebihan cakepnya :p
Jumat, 22 November 2013
Bersyukur untuk Hari Ini
Kemarin, aku mengeluh atas ketidakbebasanku di dunia luas. Tapi, belajar dari buku mba Zara Zettira ZR yang berjudul Loe Gue End, aku sadar akan satu hal: bersikap objektif dalam menilai.
Hari ini aku patut untuk lebih bersyukur lagi. Bukankah Allah menjanjikan nikmat yang lebih jika kita bersyukur?
Hari ini aku bebas. Meski bukan untuk seterusnya. Meski aku tak sebebas merpati, seperti kata kahitna.
Walaupun dibebaskannya aku karena memang harus keluar membeli cartridge & servis laptop (tapi laptopnya tidak terbukti sakit), tapi aku mesti bersyukur. Karena semua itu, aku bisa berjalan-jalan mencari udara (tidak) segar. Aku bisa ke gramedia menikmati ratusan buku yang berjejer di sana. Itu adalah pemandangan yang cukup menyenangkan bagiku.
Thanks God ^^
Hari ini aku patut untuk lebih bersyukur lagi. Bukankah Allah menjanjikan nikmat yang lebih jika kita bersyukur?
Hari ini aku bebas. Meski bukan untuk seterusnya. Meski aku tak sebebas merpati, seperti kata kahitna.
Walaupun dibebaskannya aku karena memang harus keluar membeli cartridge & servis laptop (tapi laptopnya tidak terbukti sakit), tapi aku mesti bersyukur. Karena semua itu, aku bisa berjalan-jalan mencari udara (tidak) segar. Aku bisa ke gramedia menikmati ratusan buku yang berjejer di sana. Itu adalah pemandangan yang cukup menyenangkan bagiku.
Thanks God ^^
Kamis, 21 November 2013
Konflik Batin
Seharian mood-ku terombang-ambing. Rencanaku untuk keluar batal karena tidak mendapatkan izin. Sementara di rumah tidak ada hal menyenangkan yang bisa kukerjakan. Bodohku, kubiarkan mood itu menguasaiku. Segala hal menyebalkan pun datang satu per satu. Kesabaranku dalam sangkar meluntur.
Aku tidak tahan lagi!
Aku ingin bebas!
Teriakku dalam hati. Aku tak mampu mengatakannya. Aku hanya mampu menangis terisak.
Lemah. Manja. Tidak mandiri. Inilah aku. Tidak ada yang bisa kulakukan.
Oh, tidak. Coba lihat diriku dari sisi positif. Aku masih hidup. Kurasa itu cukup untuk membuatku bersyukur dan berhenti mengeluh. Masih belum puas? Orangtuaku sayang padaku. Karena itulah mereka belum melepaskanku. Yah, walaupun caranya sedikit berlebihan.
Tapi hal ini membuatku kesepian.
Benarkah?
Ya. Aku tidak punya sahabat. Aku bahkan lupa bagaimana rasanya punya sahabat.
Lalu siapa mereka yang selalu hadir menemaniku?
Mereka adalah orang-orang yang setidaknya menurutku peduli padaku. Entahlah mereka menganggapku sahabat atau tidak.
Tidak apa. Setidaknya aku punya teman.
Tapi kami hanya berkomunikasi secara maya. Bahkan dengan teman sekelasku sekalipun.
Oh, tunggu. Masih ada dia, sosok yang bisa menjadi siapa saja bagiku: kakak, sahabat, dan kekasih!
Sebegitu sulitkah aku bersyukur? Begitu banyak sanggahan yang muncul.
Tidak! Aku tidak boleh begini. Aku tidak boleh fokus pada kekuranganku. Aku sebaiknya fokus untuk memperbaiki diri walau dalam keterbatasanku. Dan, aku terlahir sempurna tanpa cacat! Itu yang perlu kusyukuri meski harus hidup bertahun-tahun di dalam sangkar.
Konflik batin ini tidak sesederhana yang mampu tertuliskan.
Aku tidak tahan lagi!
Aku ingin bebas!
Teriakku dalam hati. Aku tak mampu mengatakannya. Aku hanya mampu menangis terisak.
Lemah. Manja. Tidak mandiri. Inilah aku. Tidak ada yang bisa kulakukan.
Oh, tidak. Coba lihat diriku dari sisi positif. Aku masih hidup. Kurasa itu cukup untuk membuatku bersyukur dan berhenti mengeluh. Masih belum puas? Orangtuaku sayang padaku. Karena itulah mereka belum melepaskanku. Yah, walaupun caranya sedikit berlebihan.
Tapi hal ini membuatku kesepian.
Benarkah?
Ya. Aku tidak punya sahabat. Aku bahkan lupa bagaimana rasanya punya sahabat.
Lalu siapa mereka yang selalu hadir menemaniku?
Mereka adalah orang-orang yang setidaknya menurutku peduli padaku. Entahlah mereka menganggapku sahabat atau tidak.
Tidak apa. Setidaknya aku punya teman.
Tapi kami hanya berkomunikasi secara maya. Bahkan dengan teman sekelasku sekalipun.
Oh, tunggu. Masih ada dia, sosok yang bisa menjadi siapa saja bagiku: kakak, sahabat, dan kekasih!
Sebegitu sulitkah aku bersyukur? Begitu banyak sanggahan yang muncul.
Tidak! Aku tidak boleh begini. Aku tidak boleh fokus pada kekuranganku. Aku sebaiknya fokus untuk memperbaiki diri walau dalam keterbatasanku. Dan, aku terlahir sempurna tanpa cacat! Itu yang perlu kusyukuri meski harus hidup bertahun-tahun di dalam sangkar.
Konflik batin ini tidak sesederhana yang mampu tertuliskan.
It is me or it was me? Let's see!
Seringkali semangatku hilang dihempas keraguan. Kesibukan yang tidak jelas pun memperburuk keadaan. Sana sini penting. Sana sini butuh perhatian.
Sikap sering menunda perlu diberantas. Tapi itu tidak semudah yang dibayangkan. Banyak godaan. Anime, novel, komik, kalian begitu menggiurkan. Dan pada akhirnya aku lebih memilih kalian, sesuatu yang tidak lebih penting daripada urusan yang lebih mendesak.
Akibatnya, urusan yang terbengkalai membuatku harus mengesampingkan minatku. Itulah yang harus kutanggung saat ini.
Omigosh! Aku harus berubah!
Sikap sering menunda perlu diberantas. Tapi itu tidak semudah yang dibayangkan. Banyak godaan. Anime, novel, komik, kalian begitu menggiurkan. Dan pada akhirnya aku lebih memilih kalian, sesuatu yang tidak lebih penting daripada urusan yang lebih mendesak.
Akibatnya, urusan yang terbengkalai membuatku harus mengesampingkan minatku. Itulah yang harus kutanggung saat ini.
Omigosh! Aku harus berubah!
Langganan:
Postingan (Atom)